Diposkan pada Tak Berkategori

Backpaker Low Budget nyebrang Pulau tetangga sebelah!

Perjalanan Sesungguh nya.

 

Hello semua, Kali ini gue pengen banget shareing pengalaman gue di vacation gue kemarin, firstly sih sebenernya gue shareing jalan-jalan ke suatu tempat, sisanya ya paling hanya ke gunung-gunung yang pernah gue pijaki, mau tau kan gimana cara nya gue tiba-tiba bisa menyebrangi pulau tetangga jawa dengan uang yang minim?  Yuk baca sampe habis, siapa tahu ada pembelajaran didalam tulisan gue ini, dan jangan lupa juga gunakan nada baca agar lebih enjoy hehe.

Awalnya memang gue dan teman-teman gue sudah membuat rencana liburan sekolah dari jauh-jauh hari, dan sasaran pembicaraan nya adalah Vacation ke Lampung, kenapa Lampung? Karena disana banyak destinasi wisata yang nggak kalah keren dari Lombok! Ya maka dari itu kita berencana kesana . Point pertama yang harus direncanakan untuk suatu liburan adalah ‘Planning’ . Namun terjadilah sebuah wacana diantara kita, ketika liburan sekolah tiba, wacana mulai terlihat jelas, tidak ada pembicaraan tentang Lampung lagi dan juga semakin kacau tak tahu arah, oke dari ber-5 hanya 3 orang saja yang merespon wacana ini, yang satu entah tidak di perbolehkan dan yang satu masalah keuangan, ya sedih sih karena memang awal rencana sudah membayangkan kita semua ikut bersenang-senang, namun ya mau tidak mau kita tetap lanjut dengan rencana jauh-jauh hari ini.

Penentuan tanggal telah di tetapkan, yaitu tiga hari kemudian setelah gue pulang dari jawa ,ceritanya sih gue di jawa pulang kampung tapi realitanya gue ngga punya kampung hihi, maksud disini gue ‘numpang pulang kampung’ .

Oke, Hari Senin tanggal 25 Juni 2018 gue berangkat dari Depok ke sekolah terlebih dahulu, sebelum ke titik kumpul di rumah Bibah untuk membicarakan bagaimana kepastiannya, karena memang belum jelas jadi engga nya kita ke Lampung, dan gue pikir pun Cuma wacana, jadi bawa baju pun seadanya begitu pula dengan uang, oh iya Btw gua bawa  uang Cuma 200k hehe, karena hari itu juga gue harus datang ke sekolah untuk membereskan Administrasi Penegak Garuda agar lulus seleksi, yang anak Pramuka pasti tau, tapi karena harus meminta tanda tangan kepala sekolah juga pembina, dan kebetulan kepala sekolah dan pembina nya hari itu ngga kesekolah, well gue terpaksa pasrah dan gue pun pergi dengan Dwi ke titik kumpul untuk membicarakan bagaimana jadinya, yaitu Rumah Bibah.

Sedikit nekat sih sebenernya, gue fikir hari itu akan selesai semua persyaratan administrasi Garudanya, agar nanti saat kita liburan tidak ada fikiran ribet yang nyempil di otak, tapi nyatanya semua tidak berjalan sesuai ekspetasi cuy!! Adm nya belom kelar dan gue nekat berangkat hihi. Oh iya sebelum membicarakan keberangkatan, gue mau cerita dulu apa yang kita lakuin di malam hari sebelum keberangkatan. Malam itu benar-benar penuh putus asa, udah banyak banget konsekuensi yang kita fikirkan buat perjalanan ini, ada ragu karena cuaca di Lampung sedang tidak bagus, dan di takutkan adalah ekspetasi kita sama realitanya itu berbeda, kita terus coba googleing tentang destinasi Pulau Pahawang dan berapa biaya yang akan kita keluarkan kalo seandainya kita pake jasa Open Trip, lalu kita juga coba chat dan bertanya-tanya admin dari pemilik Travel gitu, juga coba Tanya sama orang sana gimana tentang Pahawang, karena pada awalnya kita punya kenalan orang sana dari event Pramuka Nasional di Jakarta tahun lalu, dan kebetulan juga sangat dekat dengan kita seperti kakak sendiri, namanya ka Rani dan ka Erin, keduanya Ramah,  kita diajak untuk main-main ke Lampung, nah ini juga sih Faktor kenapa kita memilih Lampung untuk vacation kali ini. Point ke-dua yang tersirat disini adalah ‘Mencari tahu informasi wilayah tujuan liburan kalian’.  Karena belum dapat jalan untuk vacation fix nya gimana dan kebetulan sudah larut malam, kita tidur dan pasrah ga peduli akan vacation wacana ini.

Pagi tiba, belum ada pergerakan dari kita bertiga sampe adzan subuh memanggil, akhirnya ada pergerakan walaupun hanya pergerakan tempe aja, kita pun bergerak untuk solat subuh bergantian, setelah sholat subuh, entah kenapa magnet yang ada dikasur itu sangat kuat, dan menarik kita untuk tidur kembali, seharusnya kita bergegas untuk berfikir lagi bagaimana goals nya, bukannya melanjutkan mimpi ke pantai hmmm. Sampai akhirnya sekitar jam 10.00 kita baru saja bangun dari mimpi lari ke pantai kita hehe, tapi hanya membuka mata saja sambil menggerakkan tangan memainkan handphone masing-masing, sumpah ini jangan ditiru, karena ga baik bangun siang begini apalagi perempuan. Kita bertiga masih memikirkan untuk kejelasannya, kembali pada rundingan semalam, kita kembali putar otak jika kita menggunakan jasa open Trip, akan banyak memakan biaya dan kalian tau sendiri uang liburan anak sekolah bagaimana? Sangatlah minim kan? HAHA, dan sebisa mungkin kita harus mengeluarkan budget yang minim pula, hingga pada pukul 11.30 kita memutuskan untuk tetap berangkat, dengan nekatnya dan masih belum berfikir bagaimana nantinya, yang sangat penting saat itu adalah, berangkat terlebih dahulu jika sudah sampai di Lampung nantinya terserah hehe, duh.

Kita Berangkat sekitar abis sholat zuhur karena kita belum packing sebelumnya, dan waktunya juga tanggung banget sama sholat zuhur, setelah rapih segalanya, kita mulai berangkat dari rumah bibah ke stasiun Bojong gede menggunakan grab karena letaknya lumayan dekat. Sesampainya kita di Stasiun, karena belum ada nya pengalaman kita bertanya kepada mbak-mbak kasir bagaimana jika kita ingin ke merak via kereta api, akhir nya kita diarahkan untuk ke Stasiun Rangkasbitung dengan transit terlebih dahulu ke stasiun tanah abang, inget ya gais ini point ke -tiga ‘bertanyalah jika tidak tahu agar tidak tersesat dijalan’ hehe, harga tiket dari stasiun Bojong Gede ke stasiun Rangkasbitung hanya Rp. 22.000 saja gais, artinya hanya 12k saja karena uang yang 10k nya itu sebagai jaminan kartu kereta api dan akan di kembalikan jika sudah ditukarkan Kembali.

Oke setelah membeli tiketnya, kita langsung mencari gerbong kereta tujuan arah Tanah Abang dan harapan kita semua mendapatkan kursi di kereta, Alhamdulillah nya kereta nya sepi hihi. Karena perjalanan kereta nya lumayan lama kita menghabiskan waktu di kereta untuk tidur kembali, biar enggak terlalu lama menungu, karena kita semua tau menunggu itu membosankan right!! hehe, oke skip, kita sampai di st.Tanah abang memakan waktu 3 jam dan setelah itu naik kereta kembali dari st.Tanah abang tujuan Rangkas bitung tapi sebelumnya kita bertanya kembali kepada petugas dimana kereta arah rangkasbitung, karena disana jalur kereta nya banyak gais, jadi kalau tidak tahu usahakan bertanya ya.

Oke, kita udah dapet keretanya dan let’s go!!  Waktu itu Kita naik kereta Ekonomi Tujuan Akhir merak, kalo gasalah sih Cuma 3k hehe murah banget dong, coba bandingin sama bus kalo Bogor ke Merak berapa? Pasti lebih dari 15k kan? Hehe yaiyalah belom lagi macet macetan dijalan, nyampe nya kapan tau, kalo kereta emang bakal macet? Hehe. Pokonya super hemat banget deh.

Nah, sekitar 5-6 jam kemudian kita udah sampe di Pelabuhan Merak, Banten. Lumayan lama tapi Alhamdulillah tidur nyenyak banget, udah gitu di keretanya bisa ngecas, jadi ga khawatir deh kalo batre terus terusan di mainin karena bete nunggu kereta mendarat di Merak! . YAY! Setelah sampai di Merak kita sama sekali gatau harus kemana, bayangin dong pelabuhan tuh besar nya kaya gimana hehe, maklum lah kita semua belom berpengalaman nyebrang pulau hehe, karena nekat aja Ini teh jadi di beraniin aja.

Awalnya kita ikutin beberapa gerombolan yang kayanya dia punya tujuan yang sama, hehe ‘pura-pura aja tau’, soalnya bahaya kalo bukan di daerah kita dan kita nya kaya baru pertama kali ke tempat asing itu. Dan setelah ikutin akhirnya bener juga, kita ke kasir tempat dimana orang orang beli tiket Kapal,’ jangan lupa bawa identitas diri ya!’  soalnya itu penting banget buat kaya contohnya itu beli tiket kapal. Nah udah beli tiketnya dengan Tujuan  Pelabuhan Bakauheni, Lampung Kita masuk deh ke Pelabuhan Merak, dimana jalur masuk ke pintu kapal. Sebelumnya kita emang bingung banget, kita perhatiin orang-orang disana, berharap ada yang juga satu tujuan sama kita, akhirnya kita ketemu ibu ibu metal yang juga sama tujuannya kaya kita ke Pelabuhan Bakauheni, karena dengar ketika ibu ibu itu beli tiket tujuan Lampung, kita langsung Tanya ternyata satu tujuan pula Ke Metro Lampung, yey seneng banget dong gue sama temen-temen. Akhirnya ibu-ibu itu ngajak kita buat ikutin dia ke jalur 3 tapi kita ketinggalan kapal 15 menit yang lalu dan harus menunggu sampai jam 11.00 ya gapapalah ya, nunggu 2-3 jam di Pelabuhan Merak dulu, itung-itung istirahat.

Sambil nunggu, ibu-ibu metal itu ngajak ke ATM sama Indomaret dibawah, dan kita ikut aja deh itung-itung sekalian nambah wawasan di Pelabuhan ada apa aja hehe, awalnya ga percaya sama ibu-ibu metal ini, karena beliau merokok dan bisa dibilang ibu-ibu ini orang Batak dengan logat khas Bataknya, tapi nyata nya penampilan bukan lah penilaian, ibu-ibu ini sangat baik sekali aslinya, beliau bercerita tentang suaminya yang ada di Lampung, dan lain sebagainya, Kami lumayan akrab, Ibu-ibu itu pula menyarankan kita untuk membeli cemilan ketika di luar kapal, karena tarif pop mie di dalam kapal saja cukup mahal, ga masalah sih kalo untuk backpacker yang high budget, kalo gue kan judulnya juga Low Budget hehe.

Singkat cerita ketika pukul 11.00 p.m kita beranjak masuk ke sebuah kapal besarrrrrrr  banget dengan muatan kendaraan dan manusia, di dalam kapal tersebut banyak café-café dan penginapan, pokonya besar banget deh, karena waktu itu tengah malam, dan butuh waktu 2 jam untuk sampai Di pelabuhan Bakauheni, kita memutuskan untuk beristirahat di penginapan yang tidak VIP, karena disini kita sangat low budget hehe, apalagi sayang juga kan kalo harus nginep di VIP Cuma 2 jam aja, jadi kita tidur ngampar gitu deh tanpa ranjang dengan dikenakan tarif 10k/ orang, lumayan lah dari pada ga dapet tidur hehe, oh ya jangan lupa tetap jaga barang kalian di kapal ya!

Setelah di ujung perjalanan dan Kapal hampir mendarat di Pelabuhan Bakauheni Lampung, kita sudah di peringatkan sama pengarah kapal lewat speaker kapal, bahwa kapal sebentar lagi sampai di tujuan, ibu ibu metal itu membangun kan kita yang tengah bermimpi pada pukul 01.00 pagi, dan mengajak kita untuk turun ke parkiran Bus yang ada di kapal, ibu-ibu itu mencari bus yang kosong dan murah dengan kami yang membuntuti ibu ibu metal itu, dari hasil nego dan buru-buru karena takut rame penumpang yang lainnya, kita memutuskan naik bis dengan harga 50k tujuan Metro Lampung, Ya gapapalah ya dari pada gaada. padahal ibunya sering sekali bolak balik naik kapal kaya gini, dengan budget bus yang hanya perlu mengorek kantong sebesar 30k saja, mungkin karena hari liburan sekolah kali ya  bisa melonjak naik hingga 70k sebelum di tawar jadi 50k.

Akhirnya kita naik bus yang masih di dalam kapal, rasanya deg degan sih, karena takut aja tiba tiba kapalnya ga kuat gitu? Haha tapi Alhamdulillah kita keluar dari kapal dengan selamat, yayy!

Perlu 3 jam Menuju Metro Lampung dari Pelabuhan, dan kami pun melepaskan lelah di Bus dengan melanjutkan tidur yang kepotong tadi, sesekali bangun memandang pemandangan dan tempat tempat yang di lewati si bis ini, dan berasa hati teriak ‘Gila gua di lampung nih sekarang?’ Haha lebay banget ya, tapi beneran deh gue ganyangka aja bakal sampe Lampung dengan Wacana kaya gitu awalnya, bertigaan doang pula, cewe semua lagi, haduh kacau hehe, kalo di pikir-pikir gila gasih? Haha.

Akhirnya kita sampai di Terminal Rajabasa sekitar jam 3-4 pagi, kita sebelumnya disuruh turun disini sama ka Rani (kaka Pramuka dari lampung yang sempet ketemu di event pramuka jakarta) udah kaya kaka sendiri sih, makanya kita punya tujuan di lampung. Karena kita udah sampe, dan ka Rani belum bales chat dari kita yang harus kemana lagi setelah di Terminal, kita nunggu chat ka Rani sambil cari Masjid yang ada di sekitar Terminal, bener bener kaya orang baru, ling-lung gitu deh karena baru bangun juga, tiba tiba dibangunin jam setengah 4-an katanya udah sampe Tujuan, ya siapa sih yang ga ling lung kalo kaya gitu ehe.

Akhirnya gue dan temen temen menemukan sebuah masjid yang lumayan ga jauh dari terminal, berkat Googel Maps gue dapetin tuh masjid hehe, makasih Google. Kita bertiga istirahat juga di masjid sambil nunggu adzan subuh yang sebentar lagi berkumandang. Setelah Sholat subuh, hingga matahari mulai naik pun belum ada balasan, kita tetap positive thinking, dan menunggu di masjid sampai ka Rani bales, akhirnya sekitar jam 8-an ka Rani bales dan memberikan Alamatnya, hehe lumayan lama sih, karena beliau memiliki keperluan sebelumnya. Kita langsung pesen Grab Car ke Alamat yang diberikan ka Rani tanpa pikir panjang, karena efek efek Lapar hehe. Alamatnya cukup jauh dari Terminal, untung di Lampung udah Ada grab jadi jauh pun tetap murah pake diskon hehe, terimakasih pula Grab.

Tanpa basa-basi kita menemukan Rumah ka Rani di suatu Perumahan yang dekat dengan Universitas Lampung, lupa nama perumahan ya hehe. Dan kita bertiga pun di sambut hangat oleh ka Rani, buru-buru kita peluk ka Rani karena Rindu hehe, setelah kangen-kangen –nan usai, kita di persilahkan masuk dan numpang mandi, sementara kita mandi, ka Ani masak untuk menyambut kita, hehe tau aja kalau kita Lapar + (gapernah kenyang) hehe.

Setelah seharian  istirahat di rumah Ka Rani kita diajak Hangout ke suatu taman malam yang ada di dekat sana, nama nya Lampung Elephant Park, dia itu taman tapi selalu ramai setiap hari dan malam, dan juga disana itu banyak banget spot foto unik. Setelah muter-muter di taman itu, kita menyusuri jalan pingiran untuk mencari makanan, karena pengen banget nyemil-nyemil pas malem, eh ga disangka pas banget lagi ada Pasar Malem, ada wahana Kora-kora dan wahana lainnya deh, ku tidak tahu apa namanya hehe. Seru banget pokonya. Dan pada pukul 10.00 malam kita pun beranjak pulang kembali ke rumah Ka Rani, sayang sekali ka Erin (temen ka Rani yang juga ikut event di Jakarta) ga ikut karena lagi ada acara pula.

Esok harinya kita pamit sama ka Rani dan lanjutin perjalanan Utama kita, kita Berencana buat Ke Pulau Pahawang, dari situ kita nyewa Mobil temen pondok Bibah yang tinggal di Lampung namanya Dibeh, dengan budget 100k/orang kita udah bisa puas puasin explore Pahawang Sampai Malam, lumayan murah lah, biasanya wisatawa kalau nyewa mobil bisa sampai 1jtan lebih, itupun di waktuin, makannya pinter pinter cari tempat sewaan ya, karena kalau arah Pulau Pahawang itu jarang banget kendaraan dan gada Grab sama sekali heu heu.

Kita ke Pahawang Ber-7 orang termasuk supir (pamannya dibeh) dan dibeh ngajak 2 teman SD cowonya, akhirnya ga ber-3 lagi hehe. Lama perjalanan sekitar 3-4 jam, karena kita lewat jalan alternative jadi gada macet-macet an dan sampai sekitar jam 9 pagi, karena kita berangkat gelap banget hehe.

Sampai di Pahawang kita ga langsung nyampe Pulau tapi harus naik Sampan terlebih dahulu, yaiyalah namanya pulau emang rata-rata harus nyebrang kan?! kita sewa Kapal dan alat snorkelling Plus guide dan Camera Under Water itu 50k/orang, sewa nya di tempat nya langsung, pinter-pinter pilih deh cari yang lebih murah, jangan lupa nawar HAHA, lebih banyak orang lebih murah, itu pun udah kebeberapa destinasi di Pahawang Indah banget dong! Air nya masih bersih dan bebas sama sampah!, andai Pantai  di Jakarta begini, Cuma ada Rumput Laut, bukan sampah. Beuhh gua tiap hari kesana, HAHA gak juga deng.

 

Disini kita puas-puasin ber-foto-foto ria, pokonya indah banget deh, kalian harus coba! dan buat kalian yang juga pengen kesini jangan lupa pake Outfit kalian biar dapet potret ala-ala Instagramble gitu HAHA biasa nya sih cewe yang kaya gitu, jangan sampe nyesel kaya gue yang Cuma bawa 1 baju ke Pulau ini HAHA, dan baju nya itu emang niat buat renang aja, jadi ya seadanya aja deh buat Foto HAHA, dan  tips lagi, ajak pula fotografer handal kalian, biar tambah bagus!

 

Sumpah kan gua ga boong, pantai ini tuh bener bener bersih banget! Jarang banget gue ngeliat sampah, gue berasa lagi di Lombok, karena ada beberapa spot kaya di Lombok Hihihi.

Disana pula disediakan sebuah wahana Banana Boat dan Donat seharga 15k/orang, dan kita pilih Donat untuk wahananya, sumpah kalian kalo punya penyakit jantung mending jangan ambil yang donat, karena donat lebih parah dari Banana Boat HAHAHA, cocok juga buat kalian yang suka sama tantangan dan menguji ardenalin.

Next lah ya, setelah kita mengunjungi beberapa tempat wisata disana, ga terasa jalan-jalan ke pantai kalo kita engga ngerasain snorkelling! HAHA tapi itu menurut gue sih, karena gue seneng banget ngeliat keadaan bawah laut, takjub banget dengan segala ciptaan-Nya yang begitu detail, level gue masih snorkelling next gue mau coba driving HAHA amin, Perbedaan Driving sama Snorkeling apa sih? Sepengetahuan gue, Driving lebih mahal dari pada Snorkeling dan Driving pula lebih mendalam menjelajah lautnya, makanya harus ada pembelajaran dulu dan price nya mahal banget!

Kita pindah ke tempat yang aman buat Snorkeling dengan naik sampan lagi, setelah sampai langsung deh  kita siap siap pasang pengaman dan kacamata snorkelling, ga tahan buat nyelam!

Perjalanan kita ke Taman Nemo tempat aman untuk snorkeling

Ini gue pas lagi coba poto sama plang Wisata Taman Nemo hihi

 

Buat yang ga berani renang dan mungkin takut tenggelam, kalian ga perlu takut, karena snorkelling pasti selalu disediakan pelampung dan alat lainnya yang safety, Guide disana juga ramah-ramah dan sigap membantu jika kita takut. Seru banget pokonya! Gue dan temen-temen gue berasa exlusif banget di sana yang pasti dengan budget minim! HAHA

Oke, setelah Snorkeling kita awalnya mau ke rumah Lombok, yang ada di Pulau tersebut, bisa kalian search di google pemandangan nya asli banget berasa di Lombok, tapi di sayangkan sekali, kita tidak di takdirkan untuk ke sana, karena kelamaan Snorkeling dan air Laut mulai pasang, dan ombak laut nya tidak memungkinkan kita bisa kesana, karena angin laut yang sangat kencang membuat gue dan teman teman takut, kita memutuskan sekitar jam setengah 5 untuk kembali ke tepi laut tempat parkir mobil, dan membilas tubuh kita disana, sedikit kecewa memang, karena dari awal kita sudah merencanakan tujuan akhir kesana, tapi yasudahlah, mungkin lain kali bisa kesana lagi Hihihi.

Next! Setelah selesai itu kita kembali pulang ke rumah Dibeh, karena kita butuh istirahat yang cukup untuk kembali ke kampung halaman kita di pulau Jawa HAHA! Tapi sebelum itu kita sedikit mampir ke Puncak Mas Lampung hehe, ternyata di Lapung juga ada Puncak Mas! Karena tanggung aja udah di Lampung masa ga explore wisata dulu Hihihi.

Ini kita pas di Puncak Mas

Puncak Mas itu tempat wisata yang instagramble juga sih, soalnya disana banyak banget spot foto bagus, dan emang sengaja dibuat biar lebih kekinian, banyak rumah pohon yang tinggi-tinggi dengan pemandangan yang langsung menuju pemandangan kota yang indah, bagus nya sih kalau foto ala-ala instagramble kalian bisa ambil pagi atau siang hari, karena bagus dan cerah, tapi malem pun ga kalah bagusnya loh! Karena di lengkapi city light ketika kalian naik ke Rumah pohon, alangkah baik nya kalian kesana dengan mengambil dua waktu, agar bisa merasakan dua suasana siang dan malam hehe.

Puas muter muter kita akhirnya pulang ke arah Lampung Tegah, sambil melihat lihat luar jendela kita di tawarin buat makan dan bersantai dulu di tugu Kopiah Lampung, disana ada patung raksasa dengan pakaian adat Lampung, dan kopiah Raksasa.

  Mungkin bagi orang orang Lampung Norak kali ya, hehe tapi ya karena gue bukan orang Lampung dan berasa kesana Wow gitu, ya sesekali lah ambil foto di tugu tersebut, belum tentu gue bisa kesana lagi bukan? Hehe

Kita di rumah Dibeh sampai 4 harian hehe, berasa orang Lampung banget ga tuh? HAHAA pokonya trip ini seru banget, ga ngerti lagi kita bisa sampe nyebrang pulau gini tanpa persiapan yang mantap, jiwa Backpacker Low Budget banget kan!

Buat cara kita kembali ke pulau Jawa sama aja kok seperti awal kita ke Lampung,

Jernih banget kan yaa lautnya, gambar ini di ambil dari Pelabuhan Bakheuni Lampung.

Dan ini sisa sisa kehidupan kita, hehe

Terimakasih udah ikutan cerita kita dari awal❣️

More info kalian bisa tanya tanya kita kok lewat instagram @alfhissaaa_ @sitihabibahbibah @dwioktvnii

THANK U!

Iklan
Diposkan pada pendakian guntur

Mt. GUNTUR 2.249 MASL

Well hello everyone!!! 

    Gue balik lagi nih, mau sedikit cerita lagi tentang perjalanan pendakian gua ke sebuah Gunung yang tepatnya berada di Garut, Jawa barat. Ada yang tau gunung apa?  Hehe ya jelas pada tau lah, di title gue udah ngasih tau juga.  Yap!!  Gunung Guntur yang ketinggian nya mencapai 2.249 di atas permukaan laut, jangan salah ya, gunung tersebut terdapat berjuta-juta pengalaman, dan gunung itu adalah yang paling ter-favorite menurut gue, because of why? Ya, karena gunung tersebut adalah Gunung yang paling mudah di capai namun penyajian alam nya sangat memuaskan, juga dengan City light nya yang bikin rindu aheyyyy, 

    Jadi tepat tanggal 16 september 2017 kemarin, aku dengan 6 perempuan dan 1 anak laki-laki, memulai pendakian dengan start poin dari Kota Bogor tanpa satu laki laki tersebut, karna rumah nya lumayan jauh dari 6 perempuan ini,  yaitu di cipanas ia memutuskan untuk menunggu kami di cipanas saat bus kami datang, tapi nyatanya bukan bus yang kita kendarai. 

  Saat itu sekitar pukul 10.00 pm kita menunggu bus dari gadog,  karna dari Kota Bogor ke gadog nya di antar oleh ayah ku dengan mobil pick up, namun di tengah malam nya Gadog dan lamanya menunggu  tidak ada bus yang menuju tujuan kami,  seketika kami melihat mobil truck pasir yang terlihat kecil di ujung jalan, kami sudah pasrah untuk menunggu, lalu kami berfikir untuk menumpang di truck itu sampai mana ia berhenti, kami senang karna truck itu berbaik hati kepada kami, seketika kami langsung menaiki truck yang lumayan tinggi, karna kalian pasti tau dong bagaimana truck yang biasa angkut pasir?  Oh iya, tapi alhamdulillah nya truck tersebut lagi tidak ada muatan Hehe, jadi disitu gue ngerasa diselamatkan banget sama yang maha kuasa. 

   NEXT saat hampir tiba di Cipanas, kami berjalan jaga dan merujuk kepada pengendara truck agar berjalan pelan ketika sudah di Cipanas tepatnya perkiraan Hanjawar, karna satu teman cowo kita menunggu disana. Yap!  Kita melihat nya, teriakan kami membuatnya menoleh ke arah sumber suara, ia berlari mengejar truck dan akhirnya dapat!  Ia berhasil Haha, ini pengalaman pertama kalianya gue nebeng truck sebesar ini dan sejauh ini, btw truck ini hanya sampai di Bandung, ya menurut gue lumayan lah, tinggal satu langkah lagi menuju Garut Hehe. 

  Ketika di tengah perjalanan, ada beberapa orang yang juga memberhentikan truck ini, tepat nya sekitar jam 12.30pm ditengah terlelapnya kami yang membuat posisi tidur di truck layak ikan asin yang dijejerkan, namun tidak dengan 1 cowo itu, sebut saja Gibran,  ia tetap terjaga dan duduk di tepi truck ditemani rokok nya. Gue Kebangun Kaget di tengah lelap, ternyata mereka yang memberhentikan truk ini adalah 3 orang wanita yang usia nya tidak jauh berbeda dari kami, dengan rokok yang dipegang nya satu-satu, gue melirik ke arah mereka dengan setengah mata terbuka, dengan diam-diam memperhatikan, style mereka terlihat tidak terurus, dengan tindikan besar di telinganya yang diisi dengan tutup botol plastik, juga tindikan di bawah bibir nya, ditambah dengan lantunan lagu yang dibawakan ke-3 anak perempuan tersebut dengan keras, Miris melihat nya, “Dimana kah perempuan yang tinggi derajatnya?”. Dari sana poin pertama telah terlihat, Masih banyak orang yang dibawah gue,  dan gue patut bersyukur atas nikmat-NYA yang telah memberikan orang tua yang sayang sama gue. 

NEXT!! 02.00 am, Tadaaaa!! Kita Sampe terminal Bandung Barat, 5 jam perjalanan cuy puas bobo dalam truck pasir itu Hehe, tapi tunggu, setelah itu kami ga tau lagi harus kemana, ya namanya juga masih pada pertama kali ke guntur dan nekat gitu aja berangkat,  alhasil kita bertanya di suatu pos polisi, untung aja ada yang jaga disana sekalian numpang toilet dan sholat juga sih sebenernya. Kelar segalanya kita langsung bergegas pergi menunggu giliran bus malam yang arah terminal guntur. Well, done penantian Kami akhirnya berakhir, ada juga bus yang lewat, berangkat!!! 

  03.00 am, kami sampai senang nya bukan main bro!  Langsung aja kita turun, di sana udah ada mobil angkot yang ngetem, dari hasil nego kita sepakat 150k 8 Orang dari 200k Hehe lumayan sekali lagi. Well, kita sampe basecamp!! Kita Numpang bobo dan sarapan beberapa jam sampai subuh di basecamp ummi,  disana juga sudah terdapat beberapa pendaki yang tengah tidur di gubuk ummi. Sambil cas hp gue memilih untuk tetap terjaga, ga tenang aja kalo tidur Hehe, maklum udah bersemangat banget gua soalnya. 

  Beres sholat subuh kita sarapan nasi goreng yang dibuat ummi, cuma 10k aja perorangan nya, lezat lho!  Matahari belum terlihat , kita mulai berangkat, tapi sebelum nanjak mesti lewatin rumah warga juga yang biasanya para pendaki istirahat. Dan bayar uang kontribusi 15k/orang, lagi di rumah nya Abah, kita prepare dan diharapkan memberi uang sumbangan dana untuk jalan sekitar basecamp seikhlasnya. and than perjalanan ini di mulai. 

  

Ini dia my team!! BTW Gue nya yang motoin ya Hehe, 

  Dari pendakian kami via citiis di peringatkan hanya boleh mendirikan tenda hanya di pos 3, karna di pos selanjutnya ‘katanya’ tidak aman untuk mendirikan tenda karna akan banyak petir disana, sebelumnya penanjakan ini cukup menguras tenaga dari pos 1 sampai 3 ya iya lah namanya juga nanjak kan Hehe, makannya sebelum nanjak mesti di pikirkan lagi mampu nya kalian bagaimana, jangan sampai merepotkan teman sepernanjakan, dannnn juga sebelumnya saling melengkapi itu adalah hal yang penting!  Perduli sesama team dan juga jangan egois, jaga lah alam ini janganlah buang sampah di seperjalanan menuju puncak, simpan dahulu sampah nya, jika sudah sampai bawah lagi, baru boleh di buang,  karna jika kita buang sampah sembarangan dan tidak perduli terhadap alam, alam akan balas ketidak perdulian nya terhadap kita, entah suatu bencana tiba tiba atau apapun itu, juga jangan sekali sekali berkata kasar atau asal karna biasa nya apa yang kita katakan akan langsung kejadian saat itu juga, itu adalah hal yang terpenting. 

 NEXT! setelah 3 jam nanjak kita sampai di pos 3 pukul 09.00 dan langsung mencari tempat yang nyaman untuk membangun tenda,  akhirnya kita mendapatkan tempat tersebut di atas dekat tiang bendera pos 3, tidak terlalu jauh dari pos 3 tempat volunteers nya kok dan juga sumber air, hanya kekurangan nya tidak ada pohon saja, sehingga sinar matahari langsung memancarkan cahaya nya, saat itu cuaca disana musim kemarau yaa pasti nya sangat membakar kulit Hehe 

Ini dia gambaran tempat Camp pos 3 yang dekat dengan tiang bendera abaikan gue nya yaa hehe, selain disini ada tempat Camp juga di bawah nya dekat dengan Pos volunteers, di pos volunteers terdapat souvenirs lucu, istilahnya tempat beli oleh-oleh dari guntur Hehe, harga nya juga sesuai dengan perjalanan menuju pos 3 Hehe. 

  Setelah mendirikan  tenda, dua orang dari kami memasak di depan tenda dan sisa nya membawa beberapa botol besar untuk mengisi air ke sumber air salah satu nya adalah aku,  karna di atas sangat lah terik lain hal nya di sumber air, terdapat pohon rindang yang membuat Teduh tempat tersebut hingga membuat kami yang ditugaskan mengambil air berlama-lama disana haha, lumayan. 

  Setelah puas belama-lama di air, kami beranjak ke atas, kemudian kami mendengar sebuah keributan dari atas dan melihat orang-orang turun kebawah dengan panik meneriakkan “kebakaran!!!”  kami pun ikut panik, karna semua barang-barang kami masih tertinggal disana, aku pun menyusul dua teman ku yang masih disana ternyata mereka sibuk menyelamatkan barang-barang, aku menyusul membantu dan menggotong tenda ke pos volunteers, semua barang yang masih di atas, ku masukkan ke dalam tenda, tak perduli seberapa berat tenda tersebut dengan barang-barang yang ada di dalam,  sambil ter-tawa  dan panik di pos 3 kami mempacking ulang barang yang dimasukkan asal teman cowo ku si gibran malah tertawa lepas sambil mengarahkan handphone nya membuat snapgram kebakaran tersebut, cukup konyol. 

  Setelah packing aku dan teman ku beranjak turun dari pos 3 dengan berlari, api nya tetap terdengar merambah cepat, seperti lari di kejar api, dan akhirnya kami selamat dari kebakaran gunung, ini pelajaran untuk kalian semua jika ingin melaksanakan penanjakan, sebelumnya cek cuaca di gunung yang kalian ingin daki, sebelum semuanya fatal.  

  Ini adalah pengalaman terbaikku, seperti yang kita tahu, pengalaman ada guru terbaik, dari pengalaman kita bisa lihat suatu kegagalan yang harus dibenahi. Tapi dari situ aku bertekad untuk kembali kesana di lain bulan, karna masih kepo dengan puncak guntur nya, dan akhirnya di bulan oktober aku kembali menaklukan guntur dan berhasil sampai puncak nya, guntur adalah yang terbaik 💙

Thanks for reading

Tanya tanya seputar guntur dm via instagram @alfhz   💙

Diposkan pada renungan orang tua

Hati kedua orang tua.

Hallo readers! Gue mau sedikit kasih renungan nih , buat kalian kalian yang lagi jauh dari orang tua, entah itu merantau atau kuliah kah atau yang lainnya juga anak anak remaja masa kini, baca sampai habis yuk!

DID YOU KNOW?

Kenapa setiap jauh dari orang tua, kita selalu kangen dan rindu dengan ibu, kita selalu menyebut namanya, kita selalu menghadirkan wajah nya dalam setiap pandangan hati? Itu karna ibulah yang paling sering menannya kan kabar kita saat itu.

Namun……

Kalau dari ibu, ternyata ayah lah yang selalu mengingatkan ibu supaya menelfon kita saat kabar belum di dapat nya. Mereka was-was jika handphone kita tidak aktif, sedangkan kabar kita belum diketahui nya,tapi kita nya hanya bersantai saja, sengaja mematikan handphone itu agar tidak terganggu oleh orang tua.

Waktu kecil, ayah sering mengajarkan kita naik sepeda. Padahal ibu sangat khawatir. Tapi ayah YAKIN karna kita PASTI BISA melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak yakin bisa.

Maka begitulah saat kita mengenal pacaran.

Mengapa ayah melarang? Karna ayah sangat cemburu kepada kita. Ayah tidak menginginkan kita menghabiskan masa muda ini dalam kesia-siaan yang fana. Ayah tidak mau waktu muda kita dihabiskan orang lain. Ayah tidak ingin sakit, ketika ia memendam benih cinta dari kecil di hati anaknya, justru orang lain yang malah mencuri cinta di hati anaknya dengan cara yang tidak halal. Beliau ingin sekali menjaga kita sebaik mungkin.

Oiya, apakah sahabat tahu? Saat kita Di wisuda, ayah lah yang pertama kali menepukkan tangannya. Itu karna ayah bangga memiliki anak seperti kita. Lalu, ibulah yang pertama kali meneteskan air mata kebahagiaan karna melahirkan seorang anak yang cerdas , secerdas kita. Ada satu tepukan bangga dari ayah dan diiringi air mata kebahagiaan dari ibu.

Saat kita menginginkan sesuatu, lalu ayah tidak memberikan atau mengizinkan nya kepada kita, sebenarnya hati ayah tidak tega menolak permintaan kita. Namun ayah tetap tegas di hadapan kita. Dan itu dilakukan untuk keberhasilan kita.

Dan saat kita bergandengan mesra dengan seorang pendamping hidup yang ada di dalam genggaman hati kita, ayah kita adalah orang yang pertama menangis dalam hati seraya berkata “Tugas ku telah selesai mendidik dan menjaga mu wahai anak ku sayang, maaf kan ayah”.

Nah, jangan sia sia kan kedua nya ya gengs, walaupun kalian semua nanti akan punya seseorang yang kalian cintai, jangan lah sekali kali menggeser posisi orang tua kalian yang ada di posisi terdepan.

Thanks for reading

Diposkan pada Tak Berkategori

Curahan hati sang pecandu ketinggian.

Gue mau share cerita nih guysss waktu ke cikuray kemarin, tepatnya gue 17-an di atas Puncak Gunung cikuray, hal paling ternekat bagi gue saat nanjak gunung, adalah Gunung Cikuray, ada yang belum tau Cikuray itu dimana? Oke gue kasih tau nih , cikuray itu letak nya di Kabupaten Garut, Jawa barat. Ketinggian gunung ini adalah 2.821 MDPL dan cikuray adalah gunung yang paling tinggi diantara gunung- gunung yang ada di Garut, jalur pendakian cikuray itu ada 3, yaitu via pemancar, via bayongbong dan via Cikajang.

Kemarin, gue mendaki gunung cikuray ini lewat jalur pemancar guysss, yang treknya itu lumayan santai, tapi santai nya itu bukan berarti seperti kita santai di depan televisi sambil ngemil ya guysss!, ya yang kalian harus tau, mana ada sih mendaki gunung itu santai, yang gue bilang santai disini itu, treknya ga serumit hubungan gue sama dia, eh maksudnya ga serumit treknya Salak men! Ini sesuai pengetahuan gue juga sih, karna gue juga masih awam dalam hal daki mendaki,

Oke, ini pelajaran aja ya buat lo lo semua, adik kelas gue yang mungkin hobby nya sama seperti gue, nekat demi mendaki gunung padahal saat itu bukan hari libur, eits jangan di contoh lho ya! , ini ga baik, bisa bikin kalian juga rumit dalam menjalankan sekolah kalian, dijamin percaya sama gue, gue merasakannya! Hahaha,

Malem sebelum gue berangkat ke Bandung (rumah teman gue) gue sempet kecelakaan kecil sih, tapi lumayan buat tangan dan kaki biru, karna tekad gue sudah bulat dan sudah mendapat restu orang tua gue memutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan menuju puncak cikuray, hanya berdua. Bayangin dong bocah cewe ingusan yang masih awam dalam hal ini nekat berangkat ke bandung dalam keadaan tidak sehat? Oh iya, gue tinggal bersama temen gue itu di bogor, awalnya pendakian ini sudah di rencana kan dengan 5 Orang namun apa daya orang tua ketiga teman gue itu tidak memberikan izin, inget ya! Kalian akan aman jika kalian sudah mendapatkan izin dari kedua orang tua kalian, itu yang paling utama.

Gue berangkat dari bogor ke bandung itu sekitar pukul 21.01 dan tiba di Bandung pukul 01.30 pagi, naik dari terminal ciawi sampai terminal denga harga ongkos perjalanan 35k dari yang tadinya 40k hasil negoisasi, karna 30k ga dapet yaaa lumayan lah 35k pun jadi. Kami pun sampai dan langsung di jemput oleh teman gue yang ada di bandung dan menginap di rumahnya semalam.

Esok harinya kita semua berangkat setelah zuhur dan sampai di Garut tepat waktu maghrib, dan langsung melakukan summit attack, oh iya lo bakal melewati pemanasan terlebih dahulu sebelum ke basecamp via pemancar, penasaran pemanasan nya seperti apa???? Silahkan mencoba, hati hati juga gunung-gunung yang ada di Garut itu banyak sekali pungli, maka berhati hati lah.

Persiapkan alat yang matang ya untuk mendaki, dan seperti aluminium foil itu penting dan wajib dibawa bagi setiap pendaki jika terjadi hipotermia, ini hal yang paling sering dihiraukan oleh pendaki pendaki asal, hanya mengingatkan.

Gue dan kawan kawan sampai di pos 6 sekitar jam 02.00am, dan memutuskan untuk mendirikan tenda di pos 6 dan kemudian beristirahat. Esok harinya baru kita melanjutkan pendakian kepuncak gunung cikuray sekitar 2 jam-an mendaki akhirnya kami sampai puncaknya dan melaksanakan upacara di atas sana.

” Hal paling menakjubkan bagi gue itu bisa melihat lautan awan dan mengibarkan Bendera Merah Putih di hari kemerdekaan indonesia. Aku bangga dengan ini.”

Thanks for read my Journey!